Gallery Sendiri

Ungkapkan lewat tulisan….

Audit ISO SMM 9001:2015 dan SML 14001:2015 di Perpustakaan SMK N 1 Gombong

img20171227114937

Continual improvement merupakan semangat yang diusung dalam setiap audit ISO SMM maupun SML, artinya pada setiap audit akan ada perbaikan berkelanjutan. SMK N 1 Gombong yang sudah mengimplementasikan sistem manajemen mutu ISO SMM 9001:2015 dan sistem manajemen lingkungan ISO SML 14001:2015, hari kamis dan jumat tanggal 26 dan 27 April 2018 melaksanakan audit internal untuk kedua sistem manajemen tersebut. Untuk ISO SMM 9001:2015 lebih mengarah pada administrasi yang mencakup kegiatan-kegiatan di Perpustakan, sedangkan ISO SML 14001:2015 lebih cenderung pada dokumen-dokumen tentang lingkungan. Salah satu contoh dokumennya yakni tentang identifikasi dan evaluasi aspek dampak lingkungan. Muncul pertanyaan saat mendengar kata audit dan apa hubungannya dengan perpustakaan? 

Audit adalah pemeriksaan pembukuan tentang keuangan (perusahaan, bank, dan sebagainya) secara berkala (KBBI,1999:65), dalam hal ini audit ISO bisa diartikan sebagai kegiatan pemeriksaan terhadap dokumen-dokumen yang sudah diimplementasikan dalam kegiatan administrasi sehari-hari. Dalam satu sekolah ada beberapa unit kerja yang diaudit salah satu diantaranya adalah perpustakaan.

Merujuk pada implementasi kedua sistem tersebut maka akan banyak kita temukan manfaat dari adanya audit, khususnya untuk unit kerja perpustakaan. Tidak hanya pengecekan dokumen-dokumen tetapi juga ada wawancara dan observasi di dalamnya. Untuk dokumen sudah jelas kita jadi paham akan pentingnya sebuah administrasi di perpustakaan, selain itu kita juga menjadi lebih mengerti kondisi real perpustakaan kita seperti apa. Setidaknya kita juga harus menulis apa yang dikerjakan dan mengerjakan apa yang kita tulis sebagai sebuah komitmen dari implemetasi ISO. Administrasi yang diterapkan melalui dokumen-dokumen ISO juga sejalan dengan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan akreditasi sekolah.

Setelah selesai audit biasanya akan ditemukan ketidaksesuaian (Nonconformity) dan beberapa observasi (Recommendation for Improvement). Selanjutnya, saat ditemukan ketidaksesuaian (Nonconformity) pada dokumen akan ada tindakan koreksi dan tindakan korektif (Corrections and Corrective Action) atau bisa dikatakan sebagai perbaikan. Tindakan koreksi dan tindakan korektif sangatlah penting untuk kemajuan sebuah instansi khususnya dalam hal ini adalah perpustakaan. Untuk observasi sendiri dilakukan dengan pengamatan langsung di area perpustakaan.

Penerapan ISO di perpustakaan akan membawa dampak yang signifikan untuk perbaikan-perbaikan berkelanjutan, selain mengintegrasikan kedua sistem manajemen tersebut juga bisa sebagai persiapan saat adanya akreditasi sekolah. Apalagi kedepan tiap perpustakaan sekolah akan ada akreditasi tersendiri. Jadi segala sesuatunya bisa dipersiapkan jauh-jauh hari karena audit bukan hanya ceremony ataupun rutinitas saja tapi kita bisa melakukan perbaikan berkelajutan seperti semangat yang diusung saat audit ISO yaitu continual improvement untuk kemajuan sekolah khususnya perpustakaan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s